(Humas MTsN 14 Jakarta Timur) — Sebagai bagian dari pembinaan menuju Pramuka Garuda Ranting Makasar, sebanyak 15 Calon Pramuka Garuda MTs Negeri 14 Jakarta Timur mengikuti kegiatan kunjungan edukasi pada Rabu (11/9/2026). Kegiatan ini menjangkau tujuh destinasi strategis di wilayah DKI Jakarta.

Kunjungan edukasi tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan syarat kecakapan, melainkan juga sebagai sarana penguatan karakter, kemandirian, wawasan kebangsaan, serta kepedulian sosial Calon Pramuka Garuda.

Kelima belas peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu: Afkarina Azzila (8B), Ahmad Firmansyah (8C), Alviandy Syahputra (8B), Ayu Maulidatul Istiqomah (8D), Fathya Nada Zalfa (8H), Ghaisani Aqila Azzahra (8F), Gledis Maharani Ubaidillah (8G), Hanisa Adibah Robiyantoro (8H), Ika Farikha (8C), Lintang Daffarel Sopandi Alfirdaus (8C), Raffaza Ibrahim Indrayanto (8G), Raisa Salma Naira (8A), Syafiq Zhafran Mubarak (8F), dan Yumna Fariha Kusuma (8B), Zahrawani Putri (8H). Selama kegiatan berlangsung, para Calon Pramuka Garuda didampingi oleh Sunarti dan Ana Kurnia selaku Pembina Pramuka.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Di tempat ini, peserta diajak untuk mengenal kembali perjalanan bangsa Indonesia serta meneguhkan pemahaman mengenai Pancasila sebagai landasan ideologi negara.

Kunjungan dilanjutkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kelas 1A. Di lembaga peradilan ini, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai sistem hukum dan proses peradilan di Indonesia, sehingga menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini.

Destinasi ketiga yaitu Kodim 0505/Jakarta Timur. Di tempat ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta peran dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai ini selaras dengan semangat kepramukaan yang menempatkan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.

Pengalaman berbeda diperoleh saat berkunjung ke Kantor Pemadam Kebakaran Jakarta Timur. Melalui kunjungan ini diperkenalkan tugas pokok Pemadam Kebakaran dalam penanganan situasi darurat. Kunjungan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan, keberanian, kerja sama, serta kepedulian terhadap keselamatan orang lain.

Semangat kemanusiaan menjadi bagian dari kunjungan yang kelima di PMI Jakarta Timur. Di lembaga kemanusiaan ini, peserta diperkenalkan dengan prinsip dasar gerakan Palang Merah dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan yang dijalankan. Kegiatan ini menanamkan nilai empati dan semangat gotong royong sebagai wujud kepedulian sosial.

Berlanjut ke destinasi selanjutnya yaitu Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai struktur pemerintahan daerah dan mekanisme pelayanan publik. Hal ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berlabuh ke destinasi yang terakhir yaitu Kampung Betawi Setu Babakan. Di pusat pelestarian budaya Betawi ini, peserta diperkenalkan pada unsur kesenian, adat istiadat, dan kearifan lokal. Hal ini menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu dikenali, dihargai, dan dilestarikan.

Tujuh tempat yang dikunjungi menghadirkan tujuh perspektif pembelajaran yang berbeda: sejarah menumbuhkan penghargaan terhadap perjuangan bangsa, hukum menanamkan kepatuhan terhadap aturan, pertahanan mengasah kedisiplinan, pemadam kebakaran mengajarkan kesiapsiagaan, PMI menumbuhkan kepedulian sosial, pemerintahan memperluas wawasan pelayanan publik, dan budaya memperkuat rasa cinta tanah air.

Kegiatan ini menegaskan bahwa proses pembinaan Pramuka Garuda tidak terbatas pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dengan pendampingan intensif dari pembina, setiap kunjungan diarahkan menjadi pengalaman belajar yang reflektif dan bermakna.

Dengan demikian, diharapkan Calon Pramuka Garuda MTs Negeri 14 Jakarta Timur kelak tidak hanya memenuhi standar kecakapan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, disiplin, peduli, dan berwawasan kebangsaan. (sft)