(Humas MTsN 14 Jakarta Timur) — Upacara Bendera di MTs Negeri 14 Jakarta Timur Kampus A, Halim Perdanakusuma, Senin (31/8/2026) berlangsung dengan khidmat dan tertib. Petugas upacara hari ini yaitu Murid Kelas 9B di bawah bimbingan Winarno selaku Wali Kelas. Keterlibatan guru dalam pelaksanaan kegiatan upacara merupakan bagian dari upaya memberikan keteladanan kepada murid mengenai pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Dalam amanatnya, Mila Nuraini selaku Pembina Upacara menyampaikan pentingnya membangun kesadaran murid dalam berinteraksi dengan teman sebaya, khususnya ketika bercanda. Ia mengajak seluruh murid untuk lebih bijak dalam menyampaikan candaan serta mempertimbangkan perasaan orang lain. Menurutnya, interaksi antarmurid hendaknya dibangun atas dasar saling menghargai sehingga tercipta lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan positif.

Mila menekankan bahwa tidak semua hal layak untuk dijadikan bahan candaan. Beberapa hal yang berkaitan dengan identitas dan kehidupan pribadi seseorang, seperti nama orang tua maupun kondisi fisik, perlu dihormati dan tidak semestinya digunakan sebagai bahan untuk mengundang tawa. Candaan yang dianggap 'biasa' oleh seseorang belum tentu dianggap 'biasa' pula bagi yang menerimanya. 

Empati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain dan ikut merasakan apa yang mereka rasakan atau pikirkan. Dalam konteks pendidikan, kemampuan memahami perasaan orang lain merupakan bagian penting dari pembentukan karakter murid. Empati mendorong seseorang untuk mempertimbangkan dampak dari setiap perkataan dan tindakannya terhadap orang lain sebelum berbicara dan bertindak. Oleh karena itu, murid diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membangun hubungan sosial yang sehat melalui komunikasi yang santun, bijak, dan bertanggung jawab.

Mila juga mengingatkan bahwa candaan yang dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan dampak yang serius bagi psikologis hingga membahayakan keselamatan seseorang. Perlu diingat bahwa setiap individu memiliki pengalaman, karakter, serta tingkat sensitivitas yang berbeda. Oleh karena itu, murid perlu memahami batas antara bercanda dan perilaku yang dapat menyakiti, merendahkan, atau mempermalukan orang lain.

Pesan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam membangun sikap empati dan etika dalam berinteraksi. Sikap saling menghargai diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di luar madrasah sebagai bagian dari pembentukan karakter sosial murid.

Dengan demikian, Upacara Bendera menjadi salah satu momentum strategis dalam memperkuat budaya positif di lingkungan MTs Negeri 14 Jakarta Timur. Pesan mengenai pentingnya empati dan etika dalam bercanda diharapkan dapat dipahami serta diterapkan secara konsisten oleh seluruh murid. Melalui pembiasaan tersebut, madrasah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang disiplin, aman, inklusif, dan mendukung perkembangan murid secara utuh, baik dari aspek akademik maupun karakter. (sft)